Ganjar Mengetuk Hati Para Pejabat

Ganajr Pranowo
Ganjar Pranowo
Jakarta - Ada usualan menarik dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat rapat dengan Presiden Jokowi kemarin. Di tengah himpitan wabah dan keuangan negara yang terus tersedot untuk berbagai program bantuan sosial, Ganjar mengusulkan agar para pejabat ikhlas dipotong pendapatannya sampai 50%.
"Disini diuji sense of crisis kita. Ikhlaskah kita mengurangi sedikit pendapatan untuk membantu rakyat kita yang terkena wabah ini?," ujarnya.
Ganjar mengusulkan pejabat yang dipotong sekelas eselon III ke atas. Termasuk seluruh kepala daerah, anggota DPRD, DPD, DPR-RI. Pejabat lembaga negara, TNI, Kepolisian. Pokoknya semua deh.
Usulan Ganjar yang dipotong itu pendapatan. Bukan gaji. Kalau gaji, paling cuma berapa. Yang namanya pejabat itu besarnya dari pendapatan. Ada tunjangan ini-itu disamping menjadi komisaris di perusahaan-perusahaan BUMN.
Tentu bukan hanya dilevel pusat, tetapi sampai ke level daerah.
Iya, sih. Kalau dibaca dari laporan keuangan, salah satu kompoten pengeluaran terbesar yang harus ditanggung negara adalah gaji dan belanja pegawai. Jumlahnya lumayan, bisa sampai 20%. Apalagi di daerah, bisa lebih dari separuh APBD habis buat gaji PNS doang.
Dari komponen itu, pejabat sekelas eselon III ke atas menempati struktur pengeluaran yang lumayan.
Tapi usulan itu tentu membutuhkan keikhlasan para pejabatnya. Apakah mereka bersedia mengurangi sedikit kesenangannya. Untuk membantu rakyat yang hampir kelelep ekonominya.
Toh, baru dipotong 50% pendapatannya tidak akan membuat kualitas hidup mereka.
Ganjar Pranowo sendiri sejak lama tidak pernah mengambil gajinya sebagai Gubernur Jateng. Ia menghibahkan gajinya tersebut untuk kegiatan sosial. Membantu rakyat yang kekurangan. Artinya sebelum mengusulkan, Ganjar sudah lebih dulu melaksanakan usulannya.
Memang kalau dipikir-pikir, kini saatnya para pejabat itu mau berbagi dengan masyarakat. Jujur saja. Dalam kondisi begini, yang paling aman adalah para pejabat itu. Pendapatannya tidak mungkin berkurang, karena mereka menerima gaji bulanan plus tunjangan. Toh, pendapatan mereka sudah dicadangkan dalam perhitungan keuangan negara.
Sementara rakyat. Pengusaha. Karyawan. Para pedagang kecil. Supir. Semua lini bisnis kini terkena angin puting beliung akibat wabah Covid19. Jadi, saya rasa, usulan Ganjar Pranowo itu adalah refleksi, bahwa mestinya mereka yang paling aman, harus ikhlas membantu mereka yang paling terdampak.
Caranya, ya dengan mengikhlaskan pendapatnnya dipotong. Demi kemanusiaan. Demi Indonesia.
Kalau saja para pejabat itu masih tersisa nurani, saya rasa mereka akan setuju dengan usulan Gubernur Jateng ini.
"Mas, untuk aku bukan pejabat. Jadi pendapatan gak perlu dipotong," ujar Kumkum.
"Emang pendapatanmu masih ada, Kum?"
"Ya, gak ada. Makanya gak perlu dipotong, kan mas..."

0 komentar

Tulisan Populer