KETIKA BABI DIFITNAH MUI JAKARTA

MUI
MUI
Jakarta - Corona ternyata bukan hanya menyerang paru-paru penderitanya. Tetapi juga bisa menyerang otak yang terpapar.
Baru-baru ini, MUI Jakarta mengumumkan, penderita Corona karena disebabkan mengkonsumsi daging babi. Padahal tidak ada satupun penelitian yang menghubungkan Corona dengan babi.
Corona bisa ada hubungannya dengan bir. Atau mobil. Tapi dengan babi, gak nyambung kale.
Pengurus MUI itu, sepertinya memang tidak terserang virus di saluran pernafasannya. Tetapi virus menyerang saluran berfikirnya. Kok, bisa-bisanya berkesimpulan melompat.
Biar dibilang islami gitu, nyalah-nyalahin babi?
Mendengar komentar itu, Asosiasi Babi Gemuk (ABG-RI) merasa keberatan dirinya dikait-kaitkan dengan virus Corona. Sejak dulu mereka sudah pasrah diharamkan.
Tapi difitnah sebagai pembawa virus Corona, bagi babi tentu sangat menyakitkan. Lebih sakit dibandingkan ditinggal pacar pas lagi sayang-sayangnya. Rasanya nyesss gitu.
Kita berharap babi-babi itu memaafkan MUI yang telah memfitnah mereka. Alasannya, tentu saja bahwa manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Penuh dosa dan syahwat. Jadi kita berharap para babi, mau membukakan pintu maaf selebar-lebarnya atas kesalahan tersebut. Kasus ini tidak usah diperpanjang.
Meskipun akibat statemen MUI Jakarta ini, pihak kampret jadi tersinggung. Kenapa namanya tidak disebut-sebut. Padahal sebelumnya, Kampretlah yang dianggap pembawa virus Corona.
Di sisi lain, ada juga penceramah agama seperti Abdul Somad yang memfitnah virus Corona sebagai tentara Allah. Somad menjelaskan hal ini dalam sebuah ceramahnya.
Kita juga berharap omongan Somad ini tidak diprotes virus-virus Corona. Menurut seekor virus yang berhasil diwawancarai, mereka menolak disebut tentara. Bukan juga laskar demo.
Mereka adalah warga sipil biasa. “Lihat saja, kami tidak pernah pakai seragam loreng,” ujar seorang juru bicara kepada reporter.
Menghadapi wabah virus Corona ini, memang banyak hal aneh. Walikota Depok yang seharusnya melindungi warganya, malah kedapatan menyebarkan identitas dua pasien Corona yang kini sedang dirawat.Ia mengaku mendapat informasi dari media social.
Tidak diketahui media sosial mana yang dimaksud Walikota Depok. Apakah kader PKS ini juga punya akun tiktok sehingga bisa menyebarkan identitass pasien Corona.
Akibat ulah Walikota yang hobi menyanyi di pinggir jalan itu, kini perumahan dimana kedua pasien corona tinggal, diserbu media.
Awak TVOne malah datang dengan menggunakan masker ala kamp konsentrasi gas beracun. Mungkin karena harga masker di pasaran kini dijual sangat mahal.
Di tengah kepanikan masyarakat atas isu virus Corona ada pihak yang menimbun masker. Lalu menjualnya dengan harga gila-gilaan.
Fenomena mahalnya harga masker ini, adalah fenomena yang membuat galau.
Memang bila kita kaji lebih jauh. Dalam kekalutan, masih banyak tangan yang tega berbuat nista… hohohoho
Jika mau ditelusuri kehebohan akibat virus Corona ini jauh lebih berbahaya ketimbang serangan virusnya sendiri.
Apalagi ditambah dengan statemen Gubernur Jakarta Anies Baswedan, bahwa Jakarta dalam keadaan genting.
Padahal, semua orang juga tahu. Bahwa genting bukan ada di Jakarta, tetapi ada di Malaysia. Tepatnya Genting highlands.
Dengan menyebutkan kata genting itu Anies ingin seperti menakut-nakuti warganya yang semestinya ditenangkan.
Untung saja warga DKI tidak percaya pada omongan Anies, sehingga mereka tidak merasa perlu resah. Ketika mendengar omongan Anies itu, sebagian warga hanya tersenyum saja. Lalu ngeloyor ke toilet.
Gue sih, merasa agak aneh kategori Jakarta genting yang dimaksudkan Anies ini.
Di Indonesia saat ini hanya dua orang yang ditemukan terpapar Corona. Belum ada korban jiwa yang jatuh. Tetapi Anies sudah mengkategorikan genting.
Sedangkan, saat banjir kemarin, ada 9 orang meninggal karena banjir di Jakarta. Tapi bukannya bilang genting, Anies malah mendapat ucapan terimakasih melalui spanduk. Karena Jakarta banjir.
Aneh Jakarta ini. Hanya di kota ini orang yang jadi korban banjir malah kegirangan.
Hiphip huraaa!
"Mas, kalau sering kebanjiran, cewek bisa hamil gak sih?," ujar Abu Kumkum.

0 komentar

Tulisan Populer