WAWANCARA PESERTA INDONESIA TANPA PACARAN

Indonesia Tanpa Pacaran
Indonesia Tanpa Pacaran
Jakarta - Banyak orang kemarin menghadiri acara Indonesia tanpa pacaran. Kayaknya sih, yang hadir rata-rata jomblo. Saya dan Abu Kumkum iseng datang. Mewawancarai beberapa peserta. Mau tahu aja, apa sebenarnya yang mereka pikirkan.
"Saya baru diputusin. Makanya saya datang ke acara ini," ujar seorang cowok pertama yang kami temui.
"Gebetan cuekin gue. Eh, gak tahunya dia udah punya cowok. Ketimbang malu, gue datang aja ke acara ini," ujar rekan di sebelahnya.
Ada dua orang cewek cowok yang saya dekati. Saya tanya kenapa dia datang ke acara ini. "Kami masih pedekate, mas. Dia belum berani nembak. Saya juga masih mikir-mikir," kata ceweknya.
"Mikir-mikir kenapa?"
"Masa pedekate-nya ngajak jalan ke taman terus. Gak pernah jajan. Pacaran cuma minum teh manis doang. Males..."
Ada satu peserta lain yang kami wawancara. "Saya masih lima tahun, om. Kata mama jangan pacaran dulu. Masih kecil," ujarnya.
Kumkum cuma garuk-garuk kepala.
Kumkum menanyakan kepada seorang lelaki, kenapa dia mendukung gerakan ini. "Tahun lalu saya pacaran. Eh, ketahuan istri saya. Dia marah, dan nyuruh saya datang ke acara ini."
Kepada seorang perempuan cantik, saya juga tanyakan hal yang sama. "Saya datang bersama pacar saya, Kami mendukung gerakan ini. Bagus buat Indonesia. Biar kami aja yang pacaran. Yang lain gak usah."
Kenapa kamu gak mau pacaran, tanya Kumkum pada peserta cewek. "Karena kamu terlalu baik. Kita temenan aja, ya," jawabnya, kalem.
Ada juga yang bawa postet besar. "Kapan kamu halalin aku? Selama ini maunya haram terus..."
Kumkum mendekati peserta cewek lain. "Kamu kenapa datang ke acara ini?"
"Iya, kemarin aku minta dihalalin sama cowokku. Eh, masa dia bawa aku ke MUI. Minta disertifikat. Emangnya gue keripik!"
"Terus?"
"Aku putusin, lah..."
Yang heran, Bambang Kusnadi juga hadir di acara itu. "Kamu emangnya gak mau pacaran, Mbang?"
"Lho, saya jualan bubur mas. Saya tahu, jadi jomblo itu cepet laper. Bubur saya laku..."

0 komentar

Tulisan Populer