PROPINSI KEBARAT-BARATAN YANG INTOLERAN

Umat Kristiani
Umat Kristiani
Jakarta - Sekitar 120 warga pemeluk Kristiani di Nagari Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat sepertinya belum bisa menikmati Natal dengan enak. Mereka tidak boleh menggelar acara Natal di wilayahnya.
Alasannya, karena ibadah hari raya gak boleh digelar di rumah. Harus di rumah ibadah. Gak boleh juga di tempat publik. Tapi izin mendirikan gereja juga ditolak.
Bagaimana mereka menghadiri misa Natal setiap tahun? Gereja terdekat jaraknya 120 kilometer. Bayangkan. Hanya untuk ibadah, mereka harus berjalan sejauh Jakarta-Bandung.
Syarat ibadah harus di rumah ibadah memang lucu. Wong sholad ied, disunnahkan justru digelar di lapangan. Bukan di masjid. Jadi saya yakin, saban lebaran warga muslim di sana banyak yang ikut jemaah ied di ruang publik.
Hal sama juga Nagari Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung, masih di Sumatera Barat. Warga beragama Kristen disana juga tidak bisa merayakan Natal. Alasanya, bukannya dilarang. Tapi gak dapat izin. Bedanya apa, Toyib?
Sumbar memang mirip propinsi lain yang kebarat-baratan. Coba saja lihat, propinsi kebaratan di Indonesia selalu punya nilai jeblok dalam soal toleransi. Survei Departemen Agama RI tentang intoleransi, propinsi kebarat-baratan ini dianggap paling intoleran.
Selain Sumatera Barat, ada juga Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur jauh lebih toleran. Memang sih, posisi top propinsi paling intoleran ditempati Aceh. Eh, Jakarta juga masuk 10 besar propinsi paling intoleran sekarang.
Persamaan lainnya. Kebanyakan propinsi intoleran itu, PKS cukup berpengaruh. Di Sumbar dan NTB, Gubernurnya dari PKS. Di Jabar, PKS sempat berkuasa dua periode. Di Jakarta, Anies juga diusung PKS.
Kita heran, bagaimana orang bisa terganggu hanya karena ada umat lain melaksanakan hari rayanya. Sehingga mau Natalan saja dipersulit. Iman setipis apa yang dianut, sehingga bisa terganggu kalau ada orang beragama lain beribadah.
Kondisi propinsi dominasi PKS yang kebarat-baratan ini memang bikin sebel. Padahal sejak dulu Indonesia itu dikenal dengam budaya timurnya. Yang toleran. Ramah. Menghargai sesama. Dan penuh nilai kemanusiaan.
"Mas, Depok juga tergolong kebarat-baratan kan? Buktinya di lampu merah kini ada musik disko," ujar Abu Kumkum.

0 komentar

Tulisan Populer