SUDAH WAKTUNYA KBN DAN KCN BERDIALOG SELESAIKAN MASALAH

Kawasan Berikat Nusantara
Kawasan Berikat Nusantara
EkoKuntadhi.id, Jakarta - Dalam bisnis, masalah harus selesai dengan kesepakatan. Sebab jika masalah masuk pemgadilan, bisnis jadi terganggu. Energi habis. Biaya terkuras. Dan putaran uang bisa mandeg. Ujung-ujungnya semua rugi.
Dulu bisnis dianggap sebagai arena perang. Semua saling bersaing. Semua saling  mematikan. Konflik diselesaikan dengan tangan hukum. Meskipun gak masalah, tapi membawa persoalan bisnis ke meja hijau pada satu sisi akan menggangu juga. 
Orang yang menanamkan modal butuh kepastian. Sebab menanam modal belum tentu untung. Apalagi jika direcoki dengan masalah hukum. Makin ribet lagi.
Ini juga yang terjadi di Pelabuhan Marunda. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) menggugat mitra bianisnya sendiri, PT KTU. Padahal keduanya telah sepakat mendirikan perusahaan bersama yaitu PT KCN.
Dulu KBN mencari partner bisnis. Dia punya wewenang tapi butuh modal untuk membangun dan mengelola pelabuhan Marunda. Datanglah KTU untuk menjalin kerjasama. Dibuatlah perusahaan baru. KTU setor modal, KBN urus perizinan. Saham KBN sebagai golden share, tanpa terdelusi.
Tapi KBN rupanya berbalik. Sekarang ia memandang KTU dan KCN --yang notabene-- anak usahanya sendiri sebagai musuh. Semangatnya membuat kedua perusahaanya itu ambruk. KBN memggugat dua perusahaan itu ke pemgadilan, bersama Kemenhub.
Bayangkan, KBN yang notabene BUMN menggugat anak usahanya dan pemerintah. Padahal jalan dialog dan penyelesaian baik-baik masih terbuka.
KTU dan KCN sendiri menyayangkan jika kerjasama yang semestinya memberikan manfaat untuk semua pihak akhirnya jadi saling tegang. Tidak ada yang diuntungkan dengan konflik yang keras. Apalagi dalam bisnis. Semuanya akan mengalami kerugian.
Di tengah kondisi ekonomi yang makin runyam ini, tidak ada salahnya jika problem-problem tidak fundamental diselesaikan dengan cara lebih elegan. Indonesia butuh pengusaha yang rasional dan berpandangan jauh ke depan. Bukan pengusaha yang mau menang sendiri.
KBN bisa mengajak duduk bareng semua yang bertikai. Saling bicara. Berbagi masalah dan mencari jalan. Agar waktu tidak terbuang sia-sia. Agar bisnis jalan normal kembali. Dan masyarakat bisa merasakan manfaat dari pelabuhan Marunda yang dikelola dengan baik.

0 komentar

Tulisan Populer