MAHASISWA TELAT, DPR BANGUN TIDUR

Demo
Demo depan DPR
EkoKuntadhi.id, Jakarta - Ketika kemarin UU KPK belum diketuk, para aktivis mahasiswa mungkin sedang sibuk main PUBG. Makanya mereka gak terlalu peduli dengan diskusi keras soal isi RUU KPK tersebut.
Atau mereka sedang sibuk-sibuknya liqo, gak punya waktu buat baca berita. Pengajian kampus, isinya mencibir-cibir soal pemerintahan, larangan pacaran dan nikmatnya poligami.
Lalu UU KPK diketuk. Tok!
Para mahasiswa yang sedang main PUBG dapat kiriman WA dari temannya. Isinya link berita dari Tempo. UU KPK sudah diketuk dan diprotes Wadah Pegawai KPK. "Woy, lu main perang-perangan doang di HP. Demo, yuk. Demo. Perang beneran."
"Tanggung, bro. Game gue mau naik level nih."
"Lu main PUBG kan bisa di jalan tol. Udah, ikut aja. Demo, bro. Demo."
Maka mereka menggelar demonstrasi. Justru ketika RUU sudah diketuk. Tuntutannya menolak revisi RUU KPK. Telat. Kenapa demonya gak dari kemarin ketika masih dalam tahap pembahasan?
Iya, sorry, om. Baru tahu infonya sekarang. Ini juga katanya, RUU KPK melemahkan KPK. Lemahnya dimana? Emang gue pikirin. Kata orang-orang itu melemahkan, ya gue ikut aja.
Lagian kalau demonya dari kemarin-kemarin, ongkos sewa Metromini siapa yang nanggung?
Anak-anak mahasiswa Gema Pembebasan asuhan HTI tentu senang tim PUBG mau gabung demo. Anak-anak liqo juga menyambut gembira rekan-rekannya tampil di jalan. Bakalan keren nih. Banyak lempar-lemparan kalau ada anak PUBG. Jokowi bakal mundur, begitu impian mereka. "Khilafah, ya akhi. Khilafah bisa berdiri di Indonesia. Takbir!"
Sebetulnya, salah rakyat juga. Dulu waktu DPR tidur, kita sering protes. Digaji kok, kerjanya tidur.
Bahkan dulu ada anggota fraksi PKS nonton bokep di ruang sidang paripurna DPR. Kita juga rame. Digaji rakyat kok, kerjanya nonton bokep.
Sekarang, di ujung masa jabatannya, mereka terbangun. Lalu ngebut kerja. Bukan hanya revisi UU KPK. Mereka juga mau ngebut selesaikan RUU KHUP, RUU Pertanahan, RUU Pesantren, RUU Lembaga pemasyarakatan. Pokoknya semua mau diketok saat ini juga. Mumpung gak tidur. Apalagi ketua DPR yang sekarang mau maju jadi Ketua Golkar. Dia butuh prestasi.
Padahal waktunya mepet. Tinggal beberapa minggu lagi. Mana bisa selesaikan RUU ngebut kayak gitu. Kemarin-kemarin kemana aja, om DPR?
"Lho, kan kalian yang maksa-maksa kami kerja. Sekarang kami mau kerja, ngebut, eh kalian ribut juga. Maunya apa, sih?," ujar om DPR.
"Lu sih, ribut terus kritik DPR gak kerja apa-apa. Cuma tidur doang. Sekarang ketika mereka kerja, lu juga yang protes," ujar mahasiswa PUBG menyalahkan temannya pengurus BEM.
"Iya. Lebih baik mereka tidur aja ya."
"Nah, kan."
Untung Presiden Jokowi paham. Diakhir masa jabatannya, DPR kok jadi kegenitan. Makanya setelah revisi UU KPK, Presiden meminta semua RUU lain jangan diketuk dulu. Sabar, aja.
Toh, DPR periode sekarang sebentar lagi habis masa kerjanya. Biarkan pembahasa RUU jadi PR anggota DPR yang baru.
"Iya, mas. Kalau semua sudah dibahas sekarang. Nanti Mulan Jameela ngapain di DPR. Masa mau nyanyi-nyanyi doang. Padahal Gerindra sudah capek-capek memecat kader dan merampas kursinya. Semua buat dik, Mulan," ujar Abu Kumkum.

0 komentar

Tulisan Populer