YANG WARAS MULAI BERGERAK

Waras
MEME
Hari ini AHY bertemu Jokowi. Pasti kita bisa menebak kemana arah pertemuan ini. Kayaknya Partai Demokrat udah capek ngurusin Mr. P yang makin halu. Apalagi sekarang Mr. P dikelilingi orang-orang halu lainnya. Biasa main ulama-ulamaan.
Demokrat, seperti kata SBY, gak mau terjebak ke tindakan inkonstutusional. Maksudnya, kalau kalah, ya kalah aja. Jangan ngambek. Apalagi mau mengacau.
Toh, AHY punya pengalaman bagaimana jadi orang kalah. Padahal dulu SBY juga sibuk banget ikut ngomporin gerakan 212. Majlis Zikir Darussalam di bawah asuhan SBY juga menyumbang masa gak sedikit kesana. Tapi, nyatanya AHY kalah. SBY juga sebel dikadalin sama pentolan gerombolan penjaja agama itu. Dia yang capek, Aniea yang metik untung.
Tapi AHY gak ngambek. Setidaknya gak ditampakkan. Dia mundur teratur.
Berbeda dengan Mr. P yang kalau kalah bawaanya mau ribut melulu. Gerombolan penjaja agama juga ngompor-ngomporin buat bikin kekacauan.
Teriak-teriak Pemilu curang. Tapi curangnya dimana gak ada bukti. Gerombolan pengasong agama malah lebih gila. Minta Pemilu dibatalin. Emangnya negeri ini punya bapaknya?
Nah, AHY memilih jalan rasional. Dia tahu, nasib Mr. P sudah dituliskan sebagai hanya sebatas lolos Capres sebagai Capres dari jalur undangan. Gak mungkin juga jadi Presiden. Sedangkan yang real memegang kekuasaan adalah Presiden. Bukan Capres halu.
Jadi lebih baik ia berjumpa Jokowi. Kali-kali aja ada satu slot kursi di kabinet yang bisa diduduki. Kan, lumayan. Buat modal 2024 nanti.
Selain AHY, Sandiaga juga makin kesini makin rasional. Dia menolak serombongan sama gerombolan halu. Ia lebih baik mengakui keadaan ketimbang disangka orang kesurupan Pilpres.
Bukan tidak mungkin juga Sandi mendapat tempat di gerbong kabinet baru nanti. Namanya politik, kita kan gak tahu.
Lagi pula, Indonesia butuh semua tenaga untuk bergerak maju. Juga melawan gerombolan yang mau merusak bangsa ini. Apalagi periode ke depan kayaknya Kabinet Jokowi akan dibebankan kerja besar pemindahan ibukota.
Bagaimana menurutmu apakah AHY atau Sandiaga, pantas diajak kerja di kabinet nanti?
Saya sih, melihatnya masih mungkin. Kedua orang ini masih muda dan rasional.
Begini, deh. AHY mungkin bisa belajar sebagai Menpora. Sandiaga bisa dipasang senagai ketua BKPM. Sri Mulyani bisa meneruskan sebagai Menkeu.
Orang seperti Jonan, Rudiantara, Archandra Tahar, atau Basuki Hadimulyo mungkin akan dapat jatah kursi lagi. Melanjutkan pekerjaam besar yang belum selesai.
Sedangkan politisi seperti Enggartiasto, Hanief Dhakiri barangkali akan diparkir di belakang.
Lantas bagaimana dengan Rizieq? Kalau yang satu ini posisinya gak berubah. Tetap sebagai pelarian.

0 komentar

Tulisan Populer