YANG TERCINTA, Mr. P!

Pendukung Prabowo
Emak-emak pro Prabowo
Di Surabaya kaum pekok mengubah tema demo politik pada 22 Mei dengan istilah Tour Jihad. Para mengasong dan pebisnis demo memang akalnya panjang. Demo itu sebetulnya untuk membela Mr. P. Tapi dikemas dengan istilah agama. Berjihad jadi kayak anak sekolah liburan, ada tour-nya segala.
Bagi gerombolan ini, Mr. P memang sudah jadi sekelas wali. Saat dia mengebrak meja, orang-orang berdecak kagum --subhanallah, agung benar akhlaknya.
Ketika dia berjoget di atas panggung debat, pengagumnya menetes air liur --Ahh, gerakan yang indah. Goyangnya itu lho, mirip Mariah Carrey.
Ketika dia melepas baju dan diarak seperti penganten sunat, rahim emak-emak pada muncrat --ohh, pahlawanku. Dadanya, lihat, dadanya!
Saat melotot menghina warga Boyolali. Pengikutnya memuji kata-katanya --dengar, betapa indah suaranya. Seperti tupai meniup peluit. Lengkingannya itu, loh. Tidak ada yang menyaingi.
Saat Mr. P bersin, mereka serempak berteriak --takbir!, Takbir!
Saat sehelai rambut Mr. P terjatuh, pengikut berebutan menadah. Setelah itu mereka bikin acara ziarah rambut. Helai-helai rambut itu direndam air. Airnya berubah menjadi Mizone. Asam-asam manis rasanya.
Pengikutnya yang lain berdesakan membeli air rendaman rambut itu. Yang dikemas dalam botol air mineral. Untuk obat turun berok.
Ketika ia mengklaim menang Pilpres, pengikutnya pada menangis. Sesegukkan --bagindaku, engkaulah pemimpin sejatiku. Yang bisa mengubah air menjadi uap. Bisa membuat kayu menjadi abu.
Jika engkau tidak mendapat suara terbanyak pada Pilpres kali ini, kami semua akan berteriak-teriak di jalan. Agar suara teriakan kami bisa menambah suaramu di KPU.
Jika masih kurang suara kami, akan kami hadirkan toa milik laskar putih-putih. Walaupun cempreng. Lumayan juga buat menambah suara.
Maka, siapapun yang menghalangi engkau jadi Presiden, artinya mereka curang. Pilpres ini mestinya hanya memilih kamu. Bukan yang lain. Jika ternyata Jokowi yang terpilih, bagaimana mungkin kami bisa tidur nyenyak.
Padahal setiap menjelang tidur kami tidak lupa menyebutmu dalam doa. "Allahhuma baarik lanaa fi maa razaqtanaa wakina adzabba-naar..."
Kini lihatlah, wahai junjunganku. Kami berbaris mengagung-agungkan namamu. Seperti karnaval tujuhbelasan. Pakaian kami putih, celana putih, sepatuh bot putih. Hasil jatah pembagian.
Libatkah. Surabaya sudah memodifikasi demonstrasi menentang Pemilu dengan bahasa Tour Jihad. Tersedia paket jihad dengan beragam varian.
Paket paling murah, bakalan kena gebuk TNI. Mereka ada di bagian depan. Berteriak paling nyaring. Biasanya paket ini tidak disiapkan hidangan buka puasa. Cukup memaki-maki Jokowi dan KPU, toh puasanya batal sendiri.
Paket premium agak kerenan sedikit. Mereka akan didampingi pemandu. Cara bertakbir dalam tour jihad ini akan dibimbing oleh korlap berpengalaman dari FPI.
Peserta paket ini dilindungi dari kejaran polisi jika terjadi chaos. Posisinya ada di tengah massa. Panitia juga menyediakan souvenir kacamata anti gas airmata. Cukup pakai kacamata ini, air mata tidak akan tumpah mendengar kekalahan Prabowo nantinya.
Terakhir adalah paket eksekutif. Takbir dan cacimaki akan dipimpin langsung oleh orang-oranf ternama. Tadinya panitia menyiapkan Eggi, Kivlan, atau Bachtiar Nasir. Sayang ketiganya berhalangan hadir. Tapi jangan takut masih ada Lieus yang akan memimpin takbir dalam demo nanti.
Insyallah.
Inilah Ramadhan. Bulan penuh ampunan. Ketika melihat kelakuan mereka, rasanya ampun deh.

0 komentar

Tulisan Populer