MEREKA YANG BERJUANG DI LAPANGAN BECEK

Lima Sekawan
Lima Sekawan
Birgaldo Sinaga dan NILUH DJELANTIK adalah dua teman saya yang saat ini sedang berjuang lebih konkrit.
Birgaldo maju jadi Caleg untuk DPRD DKI Jakarta dari dapil Jakarta Utara. Sedang mbok Niluh Djelantik berjuang untuk mewakili masyarakat Bali di DPR-RI. Saya kenal keduanya adalah pejuang yang gigih. Jika saja saya ada di Dapil mereka sudah dipastikan kemana suara saya akan diberikan.
Saya ikuti perjuangan mereka. Bahkan sebelum mengambil keputusan untuk maju sebagai Caleg, saya ikut mendiskusikannya. Setidaknya cawe-cawe memberi pandangan.
Beberapa waktu lalu, foto saya, Birgaldo, mbok Niluh, Denny Siregar dan Permadi Arya (Abu Janda) sempat viral. Iya, kami memang disatukan oleh semangat yang sama. Semangat menjaga Indonesia yang plural, menjaga keberagaman, anti intoreransi dan benci korupsi.
Ketika kedua teman kami memutuskan untuk berjuang lebih konkrit, saya, Denny dan Permadi memilih tetap di luar gelanggang. Tapi kami yakin, meski beda lapangan, apa yang kami suarakan tetap sama. Nilai-nilai yang kami anut gak akan berubah.
Karena itu juga mungkin nama kami masuk dalam daftar DPO orang yang dibenci kaum anarkis. Permadi, Denny, Saya dan Birgaldo mendapat ranking berurutan. Sementara mbok Niluh ada di ranking 10.
Tapi mungkin itu juga daftar main-main. Wong saya kerjanya cuma nulis. Sementara Birgaldo sekarang lebih banyak ngamen. Masa sih, segitu dibencinya?
Saya membayangkan mbok Niluh dan Birgaldo yang kini lelah setelah berjibaku kampanye sekian lama. Saya tahu gak gampang berada di pusaran politik. Gak gampang juga konsisten mempetahankan nilai. Justru karena gak gampang itu juga, dibutuhkan petarung teruji untuk mewakili kita di Parlemen.
Kini masa tenang. Bir dan Niluh mungkin bisa sedikit leyeh-leyeh. Menanti hasil setelah 17 April nanti.
Apapun hasilnya, Anda berdua sudah menunjukan keberanian. Melangkah lebih konkrit. Saya harus memberikan apresiasi yang tinggi. Saya yakin, segala kelelahan dan keringat tidaknakan sia-sia. Apapun hasilnya, Anda sudah membuktikan diri terjun ke lapangan becek.
Yakinkah. Anda sudah berjuang. Sekeras-kerasnya. Sehormat-hornatnya.
"Mas, Permadi juga lagi berjuang. Dia ikut audisi Asian Got Talents sekarang," ujar Abu Kumkum.
"Sebagai apa Kum?"
"Lomba adzan..."

0 komentar

Tulisan Populer