DISKUSI CAPRES KHILAFAH

Khilafah
Radikalisme
"Prabowo itu ibunya kristen. Keluarganya gak ada yang muslim. Mana mungkin dia mau tegakkan khilafah," seorang pendukung Prabowo membela Capresnya.
"Orang yang menuduh Prabowo mendukung khilafah, berarti gak ngerti persoalan," katanya lagi.
Saya cuma diam saja. Saya sedang asyik main mobile legend. Malas mendengarkan obrolannya. Tapi Abu Kumkum, mana bisa ditahan.
"Jadi Prabowo gak setuju khilafah?," Abu Kumkum mengajukan pertanyaan.
"Ya, jelas gak setuju. Wong semua keluarganya bukan muslim. Mana mungkin dia setuju khilafah."
"Felix Siuaw juga keluarganya bukan muslim. Tapi dia ngotot membela khilafah."
"Prabowo gak pernah membela khilafah."
"Tapi gerombolan khilafah mendukung Prabowo."
"Siapa?"
"Chep Hernawan, donatur ISIS kemarin meminjamkan mobilnya buat kampanye Prabowo."
"Itu kan cuma mobil."
"Chep juga pasti dukung Prabowo. Gak mungkin mobilnya dipinjam tapi gak mendukung."
"Tapi kan, cuma Chep doang. Gak bisa digeneralisir."
"Bahtiar Nasir juga dukung Prabowo. Dia tokoh khilafah juga."
"Cuma dua orang."
"Bendera HTI berkibar ketika Prabowo kampanye kemarin."
"Itu cuma bendera doang. Yang namanya orang mendukung bisa dari mana saja. Siapa yang bisa batasi."
"Kenapa gerombolan khilafah mendukung Prabowo?"
"Gak tahu. Mungkin karena aspirasi mereka bisa tersalurkan melalui Prabowo."
"Aspirasinya menegakkan khilafah kan?"
"Gak bisa ditarik garis lurus begitu. Ini politik. Gak bisa hitam putih."
"Gerindra dan PKS mendukung HTI untuk banding ketika pengadilan memutuskan organisasi itu harus dibubarkan."
"Itu Gerindra. Bukan Prabowo."
"Lho, Prabowo ketua Gerindra kan?"
"Iya, tapi beda. Begini, apa kepentingan Prabowo mendukung khilafah? Dia bukan tokoh Islam. Bukan orang yang taat agamanya. Kenapa harus dukung khilafah?"
"Kamu tahu Hillary Clinton?"
"Tahu..."
"Apa dia tokoh Islam?"
"Hahahhaha ngenyek. Masa Hillary tokoh Islam."
"Saat dia Menlu AS, kebijakannya mendukung ISIS. AS yang membiayai ISIS di Timur Tengah."
"AS punya kepentingan untuk menguasai Timur Tengah. Kalau mereka mendukung ISIS mungkin itu strateginya.
"Prabowo juga mau jadi Presiden Indonesia, kan?"
"Iyalah. Dia Capres..."
"Artinya dia punya kepentingan menguasai Indonesia."
"Terus?"
"Ya, gak terus. Kayak tukang parkir aja..."
"Begini deh. Prabowo itu agamanya saja gak jelas. Masa difitnah mau dukung khilafah."
"Jadi kamu mau milih Capres yang agamanya gak jelas?"
"Iya... Eh, bukan gitu. Maksudnya... Ah, ngomong sama ente mah, ribet. Gak mau kalah. Percuma..."
Lalu teman itu pergi meninggalkan Abu Kumkum. Saya cuma nyengir aja mendengar obrolan mereka.
"Mas, makan yuk. Laper nih," Abu Kumkum menoleh ke saya.
"Tunggu, kum. Sebentar lagi gue naik level nih..."

0 komentar

Tulisan Populer