Debat Pilpres
Debat Pilpres kelima
Ini debat Capres kelima. Juga yang terakhir. Tapi, jujur saja, dari debat awal sampai debat kelima ini, saya selalu pusing mendengar omongan Prabowo. Sebagai rakyat saya mau mendengar apa yang akan dilakukannya jika terpilih.
Tapi apa yang saya dapat?
Semua omongan Prabowo isinya masalah melulu. Cuma memaparkan masalah. Sayangnya sejak awal sampai akhir gak pernah disampaikan bagaimana dia menyelesaikan masalah itu.
Bahkan meskipun debat sejak awal temanya bermacam-macam. Mulai Hankam, Ideologi, Industri, Budaya, Ekonomi, atau Hubungan Luar Negeri. Tapi Prabowo ngomongnya itu-itu juga. Apapun temanya, yang disamlaikan melulu swasembada pangan. Gak ada yang lain.
Begitupun ketika ditanya soal potensi ekonomi e-sport. Jawabannya lagi-lagi soal swasembada pangan.
Bisa bayangin gak. Soal Mobile Legend dibahas dengan sudut pandang pengairan sawah.
Tampaknya Prabowo gak peduli orang ngomong apapun. Dia cuma mau ngomong swasembada pangan. Itu aja diulang-ulang sampai Upin-Ipin masuk SMP.
Saking nafsunya mengorek masalah, pada satu segmen Prabowo kelepasan. Dia bilang, ekonomi kita salah arah. Tapi bukan salah Jokowi. Salahnya ada pada Presiden sebelum Jokowi.
Kontan kader Demokrat marah besar. Mereka ramai-ramai waklout dari ruangan. Bayangin. Teman satu koalisinya saja dienyek. Dituding bermasalah. Karena kemampuan Prabowo memang mencari masalah. Bukan mencari solusi.
Hal yang sama terjadi pada Sandi. Kali ini kita dengar lagi nama Nurjanah dan Ibu Mia. Berjajar dengan Ni Narti, Nadjib, Ibu Lis, atau Rahman. Tokoh yang dicomot entah dari mana. Setiap debat selalu saja ada nama baru yang disodorkan.
Cukup dengan satu contoh kasus, Sandi sudah berniat membuat kebijakan negara. Kata Jokowi, masalah makro ekonomi gak bisa diselesaikan dengan cara berfikir mikro. Apalagi cuma karena satu-dua orang saja.
Lantas apa solusi Sandi terhadap masalah bangsa? Balik lagi, OK-OCE.
Mungkin bagi Sandi OK-OCE adalah program sukses sampai dibawa-bawa ke debat nasional. Padahal kenyataa itu program gagal. Banyak yang bangkrut. Buktinya sekarang Pemda DKI Jakarta ogah meneruskan.
Kalau mendengar Jokowi bicara, fokusnya dapat. Saya jadi tahu apa yang akan dikerjakannya nanti. Dalam bidang sosial ada tiga kartu subsidi baru yang diperkenalkan.
Pada bidang industri Jokowi fokus menjalankan hilirasasi. Mengintegrasikan BUMN-BUMN menjadi perusahaan kelas dunia. Dan membangun industri pertanian, perikanan atau perkebunan yang mampu bersaing.
Tapi dari semuanya malam ini saya suka dengan tampilan Kyai Maruf. Dia menyentil omongan Prabowo yang sering bicara 1% elit bajingan yang menghabiskan sumnerdaya bangsa ini. Duitnya dilarikan ke luar negeri.
"Dilihat dari kekayaan. Pak Prabowo dan Pak Sandi ini, kayaknya termasuk satu persen elit itu, ya?," tanya Kyai Makruf.
"Ohh, kalau mereka mah, lebih elit dari elit, mas," eh malah Abu Kumkum yang menjawab.

0 komentar

Tulisan Populer