Prabowo Menang, FPI Berkuasa!

Prabowo dan Habib Rizieq
Prabowo dan Habib Rizieq
Apa yang dijanjikan Prabowo kepada pendukungnya jika ia terpilih sebagai Presiden Indonesia? Dia akan menjemput Rizieq hari pertama setelah dilantik.

Seorang Presiden menjanjikan secara khusus menjemput warga negara yang kabur atas prakarsa sendiri. Hebat banget warga itu.

Mulanya Rizieq Shihab buron karena hendak menghindari diri dari jeratan hukum. Dedengkot FPI itu, kalau tidak salah, dituntut atas berbagai kasus. Beberapa kasus sudah dinyatakan polisi SP3. Artinya kasusnya tidak layak dilanjutkan. Sementara kasus lainnya malah belum naik tingkat. Masih sebatas laporan saja.

Artinya jika Rizieq pulang ke Indonesia, belum tentu dia akan berhadapan dengan hukum. Tidak ada satu pasal pun dalam hukum kita yang membatasi kepulangan seorang warga negara dari luar negeri. Apalagi kepergiannya atas inisiatif sendiri.

Jadi kalau Rizieq mau kembali ke Indonesia, langsung saja beli tiket. Naik pesawat. Turun di Soekarno-Hatta. Balik ke Petamburan. Beres. Gak akan ada yang mencegah. Gak usah pakai drama segala.

Tapi kenapa sampai sekarang dia belum balik? Mbuh!

Yang pasti kaburnya Rizieq dijadikan bahan gorengan bahwa ia sedang dizalimi pemerintahan Jokowi. Padahal gak ada yang larang dia pulang. Manfaatnya, Prabowo menjadikannya sebagai bahan kampanye.

Isu kriminalisasi ulama memang digoreng sedemikian rupa untuk menyudutkan Jokowi. Ada warga negara melanggar hukum. Polisi bertindak. Kebetulan warga itu sering menggunakan sorban. Lalu tindakan polisi itu dianggap kriminalisasi. Rizieq kabur dari jeratan hukum. Posisinya dipakai untuk menyudutkan Jokowi.

Pentolan FPI lainnya, Bahar Smith ditangkap polisi karena gebukin anak kecil. Kepala korban digunduli. Disundut rokok hingga kulitnya terkelupas. Dihajar sampai babak belur. Itu jenis penganiayaan berat. Katika polisi menangkap Bahar Smith, mereka teriak kriminalisasi ulama. Hanya karena Bahar sering pakai sorban dan ceramah agama.

FPI dan tokoh-tokohnya memang sering bikin masalah hukum. Mereka bertindak brutal tapi merasa hidup di atas hukum. Dengan menjajakan agama mereka bertindak semaunya.

Perilaku anggotanya luar biasa. Banyak yang di luar kepantasan dan kewarasan. Seorang perwakilan FPI , Munarman, berani menyiram air ke muka panelis lain, padahal acaranya disiarkan secara live di televisi. Kejadian itu disaksikan seluruh rakyat Indonesia.

Rizieq sendiri pernah mendekam di bui gara-gara bertanggung jawab pada penyerangan sekelompok demonstran anti UU Antipornografi.  Banyak yang luka. Ibu-ibu dipukuli. Anak-anak dianiaya.

Apa yang hendak ditampakkan FPI dengan berbagai perilakunya tersebut? Mereka bisa bertindak semaunya tanpa takut dijerat hukuman. Mereka merasa tindakannya di luar kuasa hukum.

Bayangkan. Semua kedegilan itu terjadi ketika mereka tidak punya kekuasaan apa-apa. Hanya sebagai organisasi massa saja. Apalagi jika mereka merasa punya kendali atas kekuasaan. Jadi apa negeri ini. Ngeri.

Nah, ketika Prabowo menjanjikan menjemput Rizieq kalau dia terpilih jadi Presiden kita tahu artinya. Bagi Prabowo, Rizieq sebagai ketua FPI perlu dilayani. Kekuasaan Prabowo dibangun dari tulang punggung FPI. Kemenangan Prabowo adalah kemenangan FPI.

Dan kita tahu. Sikap Rizieq tentang ISIS. Sebagai dedengkot FPI, Rizieq mendukung para srigala barbar itu. Artinya jika Prabowo menang, maka pemerintah memberi ruang pendukung ISIS menguasai negara ini.

Naudzubillahminzalik.

Tagar.id

0 komentar

Tulisan Populer