Prabowo Hanya Sasaran Antara


Indonesia
Kehancuran Suriah
Seorang teman, bingung. Prabowo kan keislamannya gak jelas. Kok, banyak orang yang membela dia mengatasnamakan Islam, ya?

Coba bayangkan. Ulama ngumpul bikin Ijtima Ulama. Buat siapa? Ya, buat Prabowo. Ayat-ayat dan hadist disitir untuk kemenangan Prabowo. Kadanflg bahkan mimbar masjid dipakai untuk memenangkan Prabowo.

PKS, HTI, dan semua Bani Cingkrang yang suka mengasong agama, mendukung Prabowo gila-gilaan. Heran kan, bagaimana orang yang ngomongnya akhi-ukhti, ana-antum, mendukung Capres yang agamanya diragukan?



"Iya. Untuk soal sholat Jumat aja, harus diledek dengan tagar-tagar dulu," kata teman itu. Saya menangkap keresahan di matanya.

Begini, kataku. Coba perhatikan apa yang mereka sampaikan ke publik. Isinya memaparkan keunggulan Prabowo atau hanya mencaci-maki Jokowi?

Gak ada keunggulan Prabowo yang mereka sampaikan. Semuanya hanyalah mendelegitimasi Jokowi. Selain Jokowi, sasaran caci-maki mereka adalah NU.

Kenapa? Karena Jokowi dan NU adalah simbol nasionalisme Indonesia. Jokowi berani bersikap tegas membubarkan HTI. Itulah legacy hukum Jokowi yang paling dibenci para pengasong agama.

Sedangkan warga Nahdiyin adalah garda terdepan pembela NKRI. Kedua kekuatan ini yang akan menghalangi agenda-agenda perusak yang mau menyeret Indonesia jadi negara agama.

Jadi sasaran mereka sekarang adalah hancurkan dulu kekuatan utama yang menjadi tonggak nasionalisme Indonesia. Caranya, ya dengan mendukung lawannya Jokowi. Sambil terus merusak nama NU dimana-mana.

Sebetulnya gerombolan itu juga sudah tahu, bagaimana kualitas beragama Prabowo. Mereka tahu Capres dukungannya gak ada bau-bau Islamnya. Justru itulah yang mereka suka.

Lho, kok?

Jika Prabowo menang, akan amat mudah menjatuhkannya. Justru karena agamanya gak jelas. Isu agama akan ditembakkan untuk meragukan kepemimpinan Prabowo. Berbeda dengan Jokowi yang keagamaanya jelas, isu agama gak mempan jika diarahkan kepadanya.

Makanya harus dikalahkan dulu.

Nah, kemenangan Prabowo akan menjadi jalan licin untuk menjadikan Indonesia negara syariat. Tentu saja syariah menurut versi mereka. Puncaknya, kemenangan Prabowo adalah langkah antara untuk menjadikan Indonesia negeri khilafah.

Dengan kata lain, pada suatu saat Prabowo akan di-Ahok-kan. Sebab bahan baku untuk melakukan kudeta dengan alasan syariah cukup tersedia pada Prabowo. Ya, karena latar bekakang agama yang gak jelas itu.

Soal sekarang berteman, besok saling cakar, itu sudah menjadi tabiat gerombolan pengasong khilafah. Atau yang bermimpi tentang negara Islam. Apa kamu fikir PKS dan HTI gak cakar-cakaran di bawah? Permusuhan diantara mereka sangat jelas. Tapi, sekarang gak keliatan, karena agenda mereka sama. Memenangkan Prabowo dulu.

Apa kamu fikir antara ISIS dan Alqaedah gak saling bunuh di Suriah? Wow, mereka saling bunuh dengan sangat keji. Meskipun ketika melawan Basar Assad mereka bisa bekerjasama.

Jadi kenapa mereka yang teriak-teriak tegakkan khilafah dan syariat Islam hari ini berbaris di belakang Prabowo? Padahal dari sisi agama Prabowo sangat diragukan?

Karena kemenangan Prabowo adalah sasaran antara untuk mensuriahkan Indonesia.

"Kum, tumben kamu gak nyeletuk?"

"Lagi nyisir mas..."

0 komentar

Tulisan Populer