Kabinet Keranjang Telur Ala Prabowo


Politik
Eko Kuntadhi
Salah satu program Prabowo Sandi yang terbesar dan mungkin satu-satunya yang bisa ditelaah secara teknis adalah: menurunkan harga telur.

Prabowo sesumbar. Dalam 100 hari pemerintahannya, dia dan semua menterinya akan fokus untuk menurunkan harga telur. Entah itu telur ayam, telur bebek, telur cicak, atau telur buaya. Tim BPN Prabosan gak menjelaskannya.

Mungkin saja, langkah penurunan harga telur merupakan salah satu tujuan Prabowo jadi Presiden. Tidak ada tujuan lainnya lagi.

Indonesia cukup dibangun dengan telur. Bukankah semua mahluk hidup berasal dari telur? Baik telur yang nyata seperi unggas maupun berbentuk indung telur. Yang membedakan hanya cara pembuahannya saja. Ada pembuahan luar dan ada pembuahan dalam.

Sepanjang pengetahuan saya, cuma masalah telur ini program Prabowo-Sandi yang paling bisa diterima akal sehat. Setidaknya bisa diukur keberhasilan dan kegagalannya. Kalau program dan ocehan lainnya, lebih banyak nggedabrus.

Kenapa saya sebut paling keren? Karena soal turun naik harga telur, gampang mengukurnya. Kalau sekarang harga telur Rp 25 ribu sekilo. Jika esok harganya jadi Rp 23 ribu sekilo, artinya program besar Prabowo sudah sukses. Dia layak mendapat tepuk tangan dari rakyat.

Inilah keberhasilan luar biasa yang tidak sanggup dilakukan seluruh pemimpin dunia.

Jokowi boleh mencanangkan Indonesia akan masuk revolusi industri 4.0. Ia boleh menggelar infrastruktur digital ke seluruh negeri. Ia membangun bandara, pelabuhan, jalan, irigasi atau tol laut. Jokowi memberesi cara kerja birokrasi.

Tapi, tidak ada satupun program kerja Jokowi bicara soal telur. Iya, soal telur. Bagi Jokowi mungkin masalahnya bukan cuma telur. Tapi pangan. Dia fokus menyelesaikan masalah pangan.

Berbeda bagi tim Prabowo. Tim ini fokus saja. Fokus pada harga telur. Toh, nanti tugas terberat Presiden, barangkali, memastikan harga segala jenis telur bisa murah.

Tapi pertanyaanya, bagaimana cara Prabowo menurunkan harga telur? Oh, itu rahasia, kata Dahnil Anzar, salah seorang juru bicara Prabowo.

Kita maklum. Bagi Prabosan, menurunkan harga telur adalah pekerjaan besar seorang Presiden Republik Indonesia. Mungkin nanti kabinet di bawah kepemimpinan Prabowo akan dinamai Kabinet Keranjang Telur.

Dia akan mengangkat Menteri Koordinator Bidang Perteluran. Di bawahnya ada Kementeriam Telur Asin dan Kementerian Telur Mata Sapi.

Mungkin program inilah yang membuat PKS begitu ngotot mendukung Prabowo. Soalnya, Tifatul Sembiring pernah menuliskan twit, dia ngeri kalau mau ceplok telur. Gak sanggup beli.

Jujur saja, hanya untuk menurunkan harga telur, saya sendiri meragukan kemampuan Prabowo. Barangkali karena dia tidak punya pengalaman sama sekali sebagai petelur.

Makanya ketika orang bertanya soal telur Prabowo, kata Dahnil Anzar, itu masih rahasia.

Ah, negeri ini memang masih penuh rahasia dan misteri.

Tagar.id

0 komentar

Tulisan Populer