Bom
Teror bom Pimpinan KPK

Rumah komisioner KPK diserang bom. Sebuah molotov dilempar orang ke rumah Laode M. Syarif. Sedangkan bom pipa ditemukan di rumah Agus Rahardjo. Maksudnya untuk membuat teror kepada KPK.

Entah siapa yang melakukan. Yang pasti, tindakan itu ulah kaki tangan koruptor untuk mengancam KPK.

Biasanya jika ada peristiwa seperti ini, bakal ada kasus besar yang diungkap. Mungkin korupsi yang melibatkan orang besar atau mantan orang besar. Pelemparan bom itu hanya untuk menjelaskan bahwa koruptor akan melawan jika diusik. Mereka gak mau pestanya terganggu.

Menjelang Pemilu begini para politisi butuh duit gede. Tanpa duit segudang, kemungkinan ada partai yang pernah berjaya akan masuk kotak. Sosialisasi butuh duit. Iklan butuh duit. Kampanye butuh duit.

Dulu mereka gampang mengepul duit. Hasil bancakan proyek. Dikirim ke luar negeri. Tersimpan rapi di bank luar negeri. Tapi Jokowi baru saja menyelesaikan perjanjian dengan Swiss dan Singapura. Bank di sana wajib membuka data nasabah asal Indonesia. Begitu juga sebaliknya.

Sebetulnya pemerintahan seluruh dunia sudah sepakat saling membuka data nasabah. Targetnya untuk mengejar harta rampasan yang dirampok dari rakyat. Kalaupun kembali, harus kembali ke tangan rakyat. Bukan dicairkan oleh perampok.

Jadi duit hasil kejahatan gak bisa lagi sembunyi.

Nah, kabarnya menjelang Pemilu begini duit segudang itu mau dibawa pulang. Buat membiayai kampanye. Tapi KPK dan kepolisian mencium kejahatan yang sudah lama disimpan di bawah karpet. Petanya mulai terkuak. Melibatkan orang besar yang pernah menguasai negeri ini.

Kalau belakangan kesannya banyak orang kesurupan di medsos dan membuat suasana kacau, mungkin saja ada hubungannya dengan ini. Mereka menyerang pemerintah. Mereka menyerang Jokowi. Agar perhatian rakyat terpecah.

Padahal mereka sedang berusaha menghapus jejaknya yang mulai terendus. Sekaligus berharap duitnya bisa pulang untuk membiayai kampanye.

Jika gagal. Bakalan partainya bisa masuk ke tong sampah.

Teror ke KPK, mirip tikus kejepit yang berusaha menggigit. Atau mungkin seekor kerbau yang mengamuk. Karena anaknya masuk perangkap.

Ah, entahlah...

0 komentar

Tulisan Populer