YUK JIHAD, NYUMBANG DUIT UNTUK PRABOWO-SANDI

Sumbangan
Neno Warisman dan Prabowo
Neno Warisman menyerukan kepada jemaah yang mendengarkan ocehannya untuk berjihad. Caranya, masing-masing orang diminta menyumbang kampanye Prabowo-Sandi sebesar Rp5 juta. Sumbangan itu, kata Neno sebagai bentuk jihad.

Sebetulnya mau meminta sumbangan, ya meminta sumbangan saja. Gak usah bawa-bawa jihad segala. Bagi saya mulut Neno itu menyebalkan. Seolah membela Capres yang gak bisa ngaji dan gak tahu apa agamanya adalah bagian dari perjuangan agama. Ini namanya pembodohan.

Siapakah target Neno? Tentu rakyat bodoh yang tidak tahu makna jihad.

Baru kemarin majalah Forbes mengeluarkan data orang terkaya Indonesia. Adik Prabowo, Hasyim Joyohadikusumo, masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Hasyim aktif diorganisasi keagamaan Kristen dan juga petinggi Gerindra.

Menurut majalah Forbes kekayaan Hasyim sejumlah US$850 juta atau kalau dirupiahkan sekitar Rp12 triliun. Cara nukisnya, angka dua belas dengan nol ada enam belas buah.

Berapa harta Prabowo? Menurut laporan harta kekayaan terakhir, Prabowo memiliki harta Rp2 triliun. Kabarnya naik Rp300 milyar dibanding lima tahun lalu. Sementara Cawapres Sandiaga Uno sendiri punya kekayaan mencapai Rp5 triliun.

Nah, orang-orang super kaya itu kini mau maju sebagai Capres dan Wapres. Mau melampiaskan hasrat politiknya agar berkuasa. Mereka membutuhkan suara orang-orang miskin untuk memilihnya.

Bukan hanya suara. Mereka juga mau minta duit orang-orang miskin agar memberi sumbangan agar mereka bisa duduk di istana. Gimana cara mintanya?

Kalau orang miskin dimintakan buat nyumbang orang kaya, rasanya aneh. Dunia sudah terbalik. Sumbangan orang miskin Rp 5 juta, mungkin setara dengan biaya mandiin kuda impor dalam seminggu. Atau setara dengan biaya sekali cukur rambut mereka.

Tapi agar duit terkumpul banyak, digunakanlah taktik lain : jualan agama. Nah, orang-orang miskin yang polos ini dibohobgi bahwa sumbangan mereka kepada Prabowo sebagai jihad. Neno Warisman yang berfungsi jadi sales jihadnya.

Targetnya tentu kantong umat Islam yang gak ngerti apa-apa. Neno mengajak umat Islam jihad dengan menyumbang duit untuk Prabowo. Jihad untuk membantu Capres yang belum tentu bisa ngaji dan sholat ini agar bisa jadi Presiden Indonesia. Jadi jihad bagi Neno adalah orang miskin nyumbang orang kaya yang gak jelas cara beragamanya, agar orang kaya bisa menguasai Indonesia.

Jihad bagi Neno adalah agar duit Hasyim gak habis. Ia tetap masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia, meskipun Prabowo kalah.

Demikian juga, kekayaan Prabowo dan Sandi yang triliunan itu gak habis untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka tetap bisa hidup bergelimang harta. Kalau menang, mereka senang. Kalau kalah, gak rugi-rugi amat. Wong, kekayaaanya masih tetap.

Apa keuntungan buat orang miskin yang nyumbang untuk Prabowo? Nanti mereka akan dapat tiket surga. Seperti Neno bilang. Nyumbang Prabowo adalah bagian dari jihad. Biasanya orang yang jihad akan masuk surga. Nenolah yang menentukan surga dan neraka orang miskin.

Kalau Prabowo, Hasyim dan Sandi jelas sudah hidup di 'surga' sekarang. Dengan kekayaan triliunan apa yang gak bisa dibeli? Sementara rakyat kecil harus banting tulang mencari duit untuk hidupnya dan untuk membiayai orang-orang kaya agar bisa berkuasa, sesuai seruan Neno.

"Mas, nyumbangnya harus Rp5 juta biar masuk surga?," tanya Abu Kumkum.

"Kata Neno, begitu Kum."

"Kalau nyumbang minyak telon termasuk jihad juga gak, mas? Kan bisa dioleskan ke perut Capres kalau habis mandi."

0 komentar

Tulisan Populer