SUBUH BERJAMAAH DI CIANJUR, KORUPSI JUGA BERJAMAAH

Korupsi
Bupati Cianjur
Jadi begini, sampai tanggal 15 Desember 2018, akunku ini tetap berada dalam alam keanehan. Ketika dibuka via desktop, saya bisa menulis status. Tapi kalau menggunakan HP, masih ada sisa hukuman sampai 15 Desember.

Saya mikir, akun ini nasibnya mungkin seperti Ahok. Terkena hukuman dikerangkeng. Nah, setelah menjalani sekian lama FB menawarkan bebas bersyarat via desktop. Tapi kalau menggunakan HP, ya belum bias keluar penjara.

Sekarang saya menggunakan desktop, jadinya bisa menuliskan sesuatu.

Saya gak mau nulis yang berat-berat. Saya hanya mau menceritakan tentang pemerintah daerah yang memikirkan kehidupan akhirat warganya. Ya, mereka berkuasa di dunia, tetapi urusan akhirat penduduknya sudah dipikirkan sejak sekarang. Mana ada pemimpin di dunia ini yang memikirkan rakyatnya sampai ke akhirat. Gak banyak.

Di Cianjur, Bapati Irvan Rivano Muchtar, mencanangkan gerakan sholat subuh berjamaah. Jika ada pejabat Pemda yang gak mau Jemaah, akan terkena hukuman. Mereka juga menggelar Maghrib mengaji, artinya seluruh warga Cianjur diimbau untuk mengaji sehabis Maghrib.

Bagus? Ya, tentu bagus. Sholat subuh saja harus diatur oleh program pemerintah. Kalau pejabat Cianjur gak mau sholat berjamaah, mereka akan kena sanksi. Pemda Cianjur rupanya ingin meringankan beban 'Tuhan', memberi sanksi kepada pejabat yang malas ibadah.

Ini namanya program akhirat yang jempolan. Mungkin targetnya 80% rakyat Cianjur masuk surga. Hebat.

"Sholat subuh berjamaah itu untuk memisahkan virus baik dan buruk," kata Irvan ketika membuka program sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Cianjur. Irvan semngat. Wong, ini seruan mulia kok. Dari pemda yang menjunjung kemuliaan ibadah.

Gerakan Irvan ini diikuti oleh Recep Sobandi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.Cecep subuh itu berjemaah di Masjid Agung Cianjur, lokasi dimana gerakan Subuh berjamaah pernah dideklarasikan. Ikut juga Rosidin, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Cianjur. Bukan hanya itu. Ketua Organisasi Kepala sekolah Cianjur Rosidin dan bendaharanya Taufik Kurniawan juga ikut sholat berjemaah.

Semuanya ingin membuktikan bahwa mereka adalah pejabat yang rajin ibadah. Semuanya ingin mensukseskan gerakan sholat subuh berjamaah di Cianjur.

Sehabis sholat, para pejabat itu bergerak ke halaman masjid. Taufik Kurniawan dan Rosidin menyerahkan bingkisan berupa kardus, memindahkannya ke mobil Cecep. Ah, para pejabat yang ikhlas ini. Mereka berjamaah dalam sholat. Di luar sholat mereka juga masih terus berjamaah. Bekerjasama bahu membahu.

Sial. Rupanya disana ada petugas KPK. Cecep dan supirnya langsung dibekuk. Lho, kok? Sebabnya kardus tadi berisi duit milyaran. Ini adalah uang hasil mengumpulkan dari ratusan kepala sekolah di Cianjur.

Para Kepala Sekolah itu barusan mendapat Dana Alokasi Khusus dari pemerintah. Dari dana itu sekitar 14%, harus disisihkan buat zakat untuk para pejabat yang hidupnya dhuafa dan miskin. Termasuk Bupati Irvan yang sepertinya paling dhuafa. Buktinya Irvan mendapat bagian paling besar, sekitar 7%. Sisanya akan dibagikan kepada pejabat lainnya.

Tapi KPK tidak sepakat jika Irvan adalah seorang Dhuafa. Laporan kekayaanya saja mencantumkan angka Rp 2 milyar. Bentuknya berupa tanah dan gedung. Juga mobil Alphard dan jejeran mobil mewah lainnya.

Makanya KPK menetapkan juga Bupati Irvan sebagai tersangka korupsi.

Uang yang dikumpulkan dari ratusan kepala sekolah tersebut sejatinya adalah hak para siswa untuk mendapatkan fasilitas pendidikan lebih baik. Digunakan untuk pendidikan siswa, agar akhlak dan otak siswa-siswa di Cianjur semakin baik. Semakin terpuji. Dan tidak menjadi maling.

Dana itu, bisa dimanfaatkan untuk memisahkan virus baik dan buruk yang menyerang anak didik. Sekolah mengajarkan moral. Mengajarkan ilmu. Sementara ternyata, gerakan sholat subuh berjemaah dicianjur, bias dimanfatkan untuk korupsi berjamaah.

"Mas, di Cianjur semua bisa berjamaah. Subuh berjemaah, korupsi berjemaah. Bahkan di sekitar Kota Bunga, Puncak, banyak warga Arab yang kawin berjamaah," ujar Abu Kumkum.

0 komentar

Tulisan Populer