JAMAN ORBA BELUM ADA PKS, FPI DAN HTI

Ormas
FPI dan PKS
"Enakan jaman Orba. Semua serba damai," temanku tetiba memberi komentar.

Saya dan Abu Kumkum yang sedang duduk berdua menikmati secangkir kopi susu, diam saja. "Mau pesan kopi, mas," ujar Kumkum menawari.

"Makasih," jawabnya singkat. "Tapi bener, lho. Coba perhatikan. Ketika Orba mana ada orang teriak-teriak kayak sekarang. Politisi tertib dan penuh etika. Kalau politisi ngomong kedengarannya susah."

"Kopi apa mas, biar saya pesankan?," ujar Kumkum lagi.

"Iya, saya baru ngopi tadi," jawabnya cepat. Dia tampaknya mau bicara soal jaman Orba yang gemah Ripah loh jinawi. "Dulu lebih enak. Tahun 70an, kakekku cuma lulus SMP bisa kerja di perusahaan. Jadi tenaga administrasi. Sekarang lulus SMP bisa kerja dimana?"

Kumkum mendekat. "Ini kopinya mas..."

"Pokoknya kita harus kembali ke zaman Orba. Semua damai. Semua adem. Kita harus jihad untuk membela keluarga Suharto. Cuma dia yang membawa rakyat damai..."

"Dulu di jaman Suharto PKS sudah ada belum, mas," tanya Kumkum.

"Ya, belum ada..."

"FPI juga belum ada kan?"

"Iya, belum ada juga. Rizieq saja entah ada dimana waktu itu."

"Kalau HTI, sudah ada mas?" tanya Abu Kumkum lagi.

"Setahu saya organisasi model HTI nongol ya belum lama ini aja..."

"Nah, jadi mas tahu kan, kenapa jaman Orde Baru ini kesannya lebih damai?," jawab Kumkum. "Tahu gak mas, dulu Irak juga damai di jaman Saddam. Kalau ada rakyat protes, ditembaki. Ketika Saddam wafat, pejabat jaman Saddam banyak yang ikut ISIS. Sekarang Irak bukan negeri yang damai, kan?"

Saya ngakak. Memuji logika teman saya pedagang minyak telon oplosan ini. Gak nyesel saya sering ngobrol dengannya selama ini.

Tetiba saya jadi teringat kisah Imam Ali, ketika duduk sebagai Khalifah. Beliau diprotes salah seorang rakyat karena jaman itu memang banyak pemberontakan. "Jaman Khalifah terdahulu umat Islam tidak terpecah. Sekarang di masa Anda jadi Khalifah, banyak terjadi protes."

"Khalifah saat itu rakyatnya seperti saya. Sementara ketika saya jadi Khalifah, rakyatnya orang-orang sepertimu," jawab Imam Ali...

0 komentar

Tulisan Populer